← Kembali ke Blog
Opini

Tren Bahasa Sunda Gaul di Media Sosial: Kamus Singkat Gen Z

8 Maret 2026Β·4 menit baca
πŸ“±

Media sosial telah menciptakan dialek baru dalam bahasa Sunda β€” campuran antara bahasa Sunda, Indonesia, dan slang internet yang khas dan dinamis. Inilah fenomena yang membuat bahasa Sunda tetap relevan di era digital.

Kata-Kata Sunda yang Viral di Medsos

"Geus ah" β€” "Sudah lah" / "Cukup deh". Ungkapan menyerah atau mengakhiri perdebatan. Sangat sering muncul di kolom komentar.

"Enya atuh" β€” "Iya dong" / "Ya iyalah". Ungkapan konfirmasi dengan nada sedikit kesal atau menegaskan sesuatu yang seharusnya sudah jelas.

"Teu ngarti aing" β€” "Aku gak ngerti" dalam logat kasar-santai. Sering dipakai dengan nada komedi.

"Hayang pisan" β€” "Pengen banget". Ungkapan keinginan yang kuat, sering muncul di konten makanan atau lifestyle.

"Aduh manΓ©h" β€” "Aduh kamu" β€” ungkapan gemas/kesal kepada seseorang yang dekat.

"Kumaha atuh" β€” "Gimana dong" β€” ungkapan bingung atau minta solusi.

Tren Konten Berbahasa Sunda Di TikTok, konten berbahasa Sunda β€” terutama komedi, tutorial, dan vlog β€” mendapatkan jutaan penonton. Kreator seperti komika Sunda dan content creator Bandung berhasil membawa bahasa Sunda ke audiens yang lebih muda dan lebih luas.

Bahasa Sunda Gaul: Pro dan Kontra Pro: Bahasa jadi hidup, relevan, dan menarik bagi generasi muda. Memperluas penutur bahasa Sunda secara organik. Kontra: Kekhawatiran dari pegiat bahasa bahwa versi gaul ini menggeser kosakata asli dan melemahkan penguasaan basa lemes yang menjadi identitas budaya Sunda.

Kesimpulan Bahasa yang tidak berevolusi akan mati. Munculnya Sunda gaul di medsos adalah tanda bahwa bahasa ini masih hidup dan dicintai generasi muda β€” meskipun bentuknya berbeda dari yang diajarkan di sekolah.

🌐

Mau coba translate bahasa Sunda langsung?

Gunakan Translate Sunda secara gratis β€” Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).

Coba Sekarang β†’

Artikel Terkait