← Kembali ke Blog
Panduan

Tata Krama Berbicara dalam Bahasa Sunda: Dos and Don'ts

23 Maret 2026Β·5 menit baca
🀝

Bahasa Sunda memiliki sistem kesopanan yang sangat terstruktur. Kesalahan dalam tata krama berbicara bisa lebih menyinggung dibanding salah kata. Berikut panduan dos and don'ts yang perlu kamu ketahui.

Prinsip Dasar: Siapa yang Kamu Ajak Bicara? Sebelum mulai berbicara, tentukan dulu posisi sosial lawan bicara: - Lebih tua / dihormati β†’ gunakan basa lemes - Sebaya / sudah kenal β†’ gunakan basa sedang - Teman sangat dekat β†’ boleh basa wantah (kasar)

DO: Yang Harus Dilakukan βœ… Selalu awali percakapan dengan salam: "Wilujeng Γ©njing / siang / sonten" βœ… Gunakan "abdi" (bukan "kuring" atau "aing") saat berbicara dengan orang yang lebih tua βœ… Panggil orang tua dengan "Bapa" (ayah) / "Ibu" (ibu) atau "Aki" (kakek) / "Nini" (nenek) βœ… Gunakan "punten" (permisi/maaf) sebelum melewati orang atau meminta sesuatu βœ… Akhiri permintaan dengan "hapunten" jika khilaf atau mengganggu

DON'T: Yang Harus Dihindari ❌ Jangan gunakan "aing" (saya kasar) kepada orang yang baru dikenal atau lebih tua ❌ Jangan memanggil orang tua dengan nama mereka langsung ❌ Jangan berbicara sambil berdiri jika lawan bicara sedang duduk (dianggap tidak sopan) ❌ Jangan menyela pembicaraan orang yang lebih tua ❌ Jangan menggunakan kata "manéh" (kamu sedang) kepada orang yang baru dikenal

Kata-Kata Sopan yang Wajib Hafal - Hatur nuhun = terima kasih (lemes, untuk semua situasi) - Punten = permisi / maaf ringan - Hapunten = maaf sungguh-sungguh - Mangga = silakan (mempersilakan orang lain) - Sumuhun / muhun = ya / betul (lemes)

🌐

Mau coba translate bahasa Sunda langsung?

Gunakan Translate Sunda secara gratis β€” Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).

Coba Sekarang β†’

Artikel Terkait