Bahasa Sunda memiliki sistem kesopanan yang sangat terstruktur. Kesalahan dalam tata krama berbicara bisa lebih menyinggung dibanding salah kata. Berikut panduan dos and don'ts yang perlu kamu ketahui.
Prinsip Dasar: Siapa yang Kamu Ajak Bicara? Sebelum mulai berbicara, tentukan dulu posisi sosial lawan bicara: - Lebih tua / dihormati β gunakan basa lemes - Sebaya / sudah kenal β gunakan basa sedang - Teman sangat dekat β boleh basa wantah (kasar)
DO: Yang Harus Dilakukan β Selalu awali percakapan dengan salam: "Wilujeng Γ©njing / siang / sonten" β Gunakan "abdi" (bukan "kuring" atau "aing") saat berbicara dengan orang yang lebih tua β Panggil orang tua dengan "Bapa" (ayah) / "Ibu" (ibu) atau "Aki" (kakek) / "Nini" (nenek) β Gunakan "punten" (permisi/maaf) sebelum melewati orang atau meminta sesuatu β Akhiri permintaan dengan "hapunten" jika khilaf atau mengganggu
DON'T: Yang Harus Dihindari β Jangan gunakan "aing" (saya kasar) kepada orang yang baru dikenal atau lebih tua β Jangan memanggil orang tua dengan nama mereka langsung β Jangan berbicara sambil berdiri jika lawan bicara sedang duduk (dianggap tidak sopan) β Jangan menyela pembicaraan orang yang lebih tua β Jangan menggunakan kata "manΓ©h" (kamu sedang) kepada orang yang baru dikenal
Kata-Kata Sopan yang Wajib Hafal - Hatur nuhun = terima kasih (lemes, untuk semua situasi) - Punten = permisi / maaf ringan - Hapunten = maaf sungguh-sungguh - Mangga = silakan (mempersilakan orang lain) - Sumuhun / muhun = ya / betul (lemes)
Gunakan Translate Sunda secara gratis β Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).
Coba Sekarang β