Kerajaan Sunda Pajajaran, atau dikenal juga sebagai Kerajaan Pakuan Pajajaran, adalah kerajaan Hindu-Sunda terbesar yang pernah berdiri di tanah Sunda. Kejayaannya berlangsung selama lebih dari dua abad sebelum akhirnya runtuh.
Berdirinya Kerajaan Pajajaran berdiri sekitar abad ke-14 Masehi dengan pusat pemerintahan di Pakuan (kini wilayah Bogor, Jawa Barat). Raja yang paling terkenal adalah Sri Baduga Maharaja, yang memerintah dari 1482 hingga 1521. Ia dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi dan hingga kini dipuja sebagai tokoh legendaris masyarakat Sunda.
Sistem Pemerintahan Pajajaran menganut sistem kerajaan Hindu dengan raja sebagai pusat kekuasaan. Namun berbeda dari kerajaan Jawa yang sentralistis, Pajajaran memiliki beberapa kerajaan vasal (bawahan) yang diperintah oleh pangeran-pangeran dari dinasti yang sama.
Prasasti dan Bukti Sejarah Jejak Pajajaran masih bisa ditemukan dalam bentuk: - Prasasti Batutulis (Bogor) โ paling terkenal, menceritakan kejayaan Prabu Siliwangi - Prasasti Kawali (Ciamis) โ tertua dari era Sunda-Galuh - Naskah Bujangga Manik โ catatan perjalanan seorang pertapa yang menggambarkan kondisi kerajaan
Kejatuhan Pajajaran Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan gabungan Kesultanan Banten dan Cirebon. Keruntuhan ini menandai berakhirnya era Hindu Sunda dan dimulainya pengaruh Islam yang kuat di wilayah Jawa Barat.
Warisan untuk Bahasa Sunda Banyak kosakata, ungkapan, dan konsep dalam bahasa Sunda berakar dari era Pajajaran. Sistem undak usuk basa yang ada saat ini juga diperkirakan berkembang dari tata kesopanan keraton Pajajaran.
Gunakan Translate Sunda secara gratis โ Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).
Coba Sekarang โ