Transliterasi adalah proses mengubah sistem tulisan satu ke sistem tulisan lain tanpa mengubah bunyi. Untuk Aksara Sunda, transliterasi ke huruf Latin mengikuti aturan fonemik yang sudah distandardisasi. Berikut panduan lengkapnya.
Prinsip Dasar: Vokal Inherent Setiap konsonan Aksara Sunda secara otomatis membawa bunyi vokal "a". Jadi, karakter ᮊ (Ka) dibaca "ka", ᮌ (Ga) dibaca "ga", dan seterusnya. Inilah yang disebut vokal inherent — tidak ditulis, namun selalu ada.
Mengubah Vokal dengan Rarangkén Ketika konsonan harus dibaca dengan vokal selain "a", digunakan rarangkén (tanda diakritik): - ᮊᮤ → "ki" (Ka + Panghulu) - ᮊᮥ → "ku" (Ka + Panyukú) - ᮊᮨ → "ke" (Ka + Pamepet) - ᮊᮩ → "keu" (Ka + Paneuleung) - ᮊᮧ → "ko" (Ka + Pamintu)
Konsonan Akhir: Pamaaeh Konsonan yang berada di akhir suku kata (tanpa vokal) ditulis dengan menambahkan pamaaeh (᮪): - ᮊ᮪ → "k" (bukan "ka") - Contoh: kata "bandung" = ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ
Digraf dalam Bahasa Sunda Beberapa bunyi Sunda menggunakan dua huruf Latin: - ᮍ → "ng" (satu karakter Aksara Sunda) - ᮑ → "ny" (satu karakter Aksara Sunda) - ᮉ → "eu" (vokal khas Sunda)
Coba Konversi Otomatis Tidak perlu menghafal semua aturan ini sekarang. Kamu bisa menggunakan fitur Aksara → Latin di [translatesunda.id/aksara](https://translatesunda.id/aksara) — cukup tempel atau ketik teks Aksara Sunda, dan hasil Latin akan muncul otomatis!
Contoh Kalimat Lengkap Kata "Sunda" dalam Aksara Sunda: ᮞᮥᮔ᮪ᮓ - ᮞ = Sa - ᮥ = rarangkén "u" → jadi "su" - ᮔ = Na - ᮪ = Pamaaeh → Na menjadi "n" (tanpa vokal) - ᮓ = Da (dengan vokal inherent "a") - Hasil: S-u-n-d-a = "Sunda" ✓
Latin → Aksara Sunda, Aksara → Latin, papan ketik on-screen — semuanya gratis di TranslateSunda.id
Buka Aksara Sunda →