Aksara Sunda, yang juga dikenal sebagai Aksara Kaganga, adalah sistem tulisan abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Sunda. Aksara ini telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia dan sejak 2008 sudah dikodekan dalam standar Unicode internasional.
Sejarah Aksara Sunda Aksara Sunda berkembang dari aksara Pallawa yang dibawa dari India melalui jalur perdagangan. Prasasti tertua bertulisan aksara Sunda berasal dari abad ke-7 Masehi, ditemukan di wilayah Kerajaan Sunda. Sampai abad ke-18, aksara ini aktif digunakan sebelum kemudian tergantikan oleh tulisan Latin di era kolonial.
Huruf-Huruf Dasar (Ngalagéna) Aksara Sunda terdiri dari huruf konsonan dasar yang disebut ngalagéna. Setiap huruf sudah mengandung bunyi vokal "a" di dalamnya:
Vokal Mandiri (Swara) Ketika vokal berdiri sendiri di awal kata atau suku kata, digunakan huruf vokal mandiri: A (ᮃ), I (ᮄ), U (ᮅ), É (ᮆ), O (ᮇ), E (ᮈ), EU (ᮉ).
Rarangkén (Tanda Vokal) Untuk mengubah bunyi vokal konsonan, digunakan rarangkén (tanda diakritik): - Panghulu untuk bunyi "i" - Panyukú untuk bunyi "u" - Pamepet untuk bunyi "e" - Paneuleung untuk bunyi "eu" - Pamaaeh (᮪) untuk mematikan vokal inherent
Coba Langsung di TranslateSunda.id Kamu tidak perlu menghafal semua aksara sekaligus. Gunakan fitur transliterasi interaktif di [translatesunda.id/aksara](https://translatesunda.id/aksara) untuk langsung mencoba menulis teks Latin dan melihat hasilnya dalam Aksara Sunda, dilengkapi papan ketik on-screen dan panduan referensi lengkap.
Aksara Sunda di Era Modern Sejak 2008, aksara Sunda resmi terdaftar di Unicode block U+1B80–U+1BBF, memungkinkan penggunaannya di perangkat digital. Kini aksara Sunda bisa diketik di smartphone, ditampilkan di website, dan dilestarikan secara digital untuk generasi mendatang.
Latin → Aksara Sunda, Aksara → Latin, papan ketik on-screen — semuanya gratis di TranslateSunda.id
Buka Aksara Sunda →