← Kembali ke Blog
Kosakata

20 Kosakata Bahasa Sunda yang Tidak Ada Padanannya dalam Bahasa Indonesia

1 Maret 2026·5 menit baca
💡

Salah satu tanda kekayaan sebuah bahasa adalah adanya kosakata yang tidak bisa diterjemahkan secara langsung ke bahasa lain — linguist menyebutnya sebagai "untranslatable words". Bahasa Sunda ternyata kaya dengan kata-kata seperti ini, membuktikan betapa dalamnya cara pandang budaya Sunda terhadap kehidupan.

1. Geulis Cantik/indah yang mencakup kecantikan lahir dan batin. Lebih dari sekadar "cantik" dalam bahasa Indonesia — geulis mengandung kesan anggun, lemah lembut, dan menyenangkan hati.

2. Kasép Tampan/gagah yang mencakup penampilan dan kepribadian. Lebih kaya maknanya dari sekadar "ganteng" — kasép juga menyiratkan kerapian dan ketampanan yang datang dari dalam.

3. Ngeluk Kondisi membungkuk karena kelelahan atau beban yang berat, dengan konotasi kesabaran dalam menanggung beban hidup. Lebih dari sekadar "membungkuk" secara fisik.

4. Hémeng Perasaan terheran-heran, kagum, sekaligus sedikit bingung melihat sesuatu yang tidak terduga. Tidak ada padanan tunggal dalam bahasa Indonesia.

5. Pieunteung Cerminan atau pantulan yang bisa dijadikan pelajaran. Biasa digunakan dalam konteks belajar dari pengalaman orang lain. Mirip konsep "vicarious learning" dalam psikologi.

6. Waas Kerinduan mendalam yang disertai perasaan sedih kepada seseorang atau tempat yang sudah lama tidak dikunjungi. Lebih dalam dari "rindu" biasa.

7. Ngahuleng Terdiam sambil melamun dan merenung, biasanya disertai raut muka yang kosong. Berbeda dengan sekadar "melamun" karena ada unsur perenungan yang lebih dalam.

8. Dibaturan Ditemani dengan penuh ketulusan. Bukan sekadar "ditemani", tapi ada unsur kepedulian dan kesetiaan di dalamnya. Mencerminkan nilai silih asih dalam budaya Sunda.

9. Kataji Tertarik dan terpesona pada sesuatu atau seseorang hingga sulit melepaskan pandangan atau perhatian.

10. Nyaah Rasa sayang yang sangat mendalam, lebih dari sekadar "sayang". Mengandung unsur perlindungan dan kepedulian yang tulus. Orang Sunda sering berkata "nyaah ka maneh" kepada orang yang mereka sayangi.

11. Geuleuyeung Bergerak lamban karena lelah atau mengantuk. Menggambarkan kondisi tubuh yang terasa berat dan tidak semangat.

12. Biantara Pidato atau sambutan formal. Berbeda dari sekadar "berbicara" karena biantara mengandung unsur keagungan dan perencanaan yang matang.

13. Leugeut Lengket atau melekat erat. Biasa digunakan untuk menggambarkan hubungan yang sangat dekat dan tidak mudah dipisahkan.

14. Gareulis Jamak dari geulis — cantik-cantik (untuk banyak orang atau hal). Bahasa Sunda memiliki cara unik untuk membentuk jamak yang berbeda dari bahasa Indonesia.

15. Parojol Muncul atau keluar tiba-tiba dengan cara yang tidak terduga. Lebih dramatis dari sekadar "muncul".

16. Ngarurug Menyerbu atau datang beramai-ramai. Menggambarkan gerakan massal yang datang dengan cepat dan dalam jumlah besar.

17. Pisan Sangat/sekali — kata intensifier yang lebih kuat dari "banget" dalam bahasa Indonesia. "Geulis pisan" = cantik sekali, "hese pisan" = sulit sekali.

18. Atuh Partikel diskursif yang tidak bisa diterjemahkan langsung. Menambahkan nuansa penekanan, kesal, atau penegasan tergantung konteks. "Geus atuh!" = Sudah lah! "Nuhun atuh" = Makasih ya!

19. Téh Partikel yang menunjukkan bahwa sesuatu sudah diketahui/dimaklumi bersama, atau untuk menegaskan pernyataan. "Manehna téh guru" = Dia itu guru (dan sudah umum diketahui).

20. Euy Partikel eksklamatif khas Sunda yang mengekspresikan keheranan, kegirangan, atau penekanan. "Geulis euy!" = Cantik banget sih! Sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.

Kosakata-kosakata ini membuktikan bahwa bahasa Sunda bukan hanya alat komunikasi, melainkan cermin dari cara pandang dan perasaan mendalam masyarakat Sunda terhadap kehidupan. Untuk menerjemahkan konsep-konsep ini ke dalam bahasa Indonesia, gunakan Translate Sunda dan eksplorasi nuansanya sendiri!

Baca juga: Kata-kata Sunda yang Masuk ke Bahasa Indonesia dan 50 Kata Kerja Bahasa Sunda yang Paling Sering Digunakan.

🌐

Mau coba translate bahasa Sunda langsung?

Gunakan Translate Sunda secara gratis — Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).

Coba Sekarang →

Artikel Terkait