Salah satu tanda kekayaan sebuah bahasa adalah adanya kosakata yang tidak bisa diterjemahkan secara langsung ke bahasa lain. Bahasa Sunda memiliki banyak kata seperti ini:
1. Geulis Cantik/indah yang mencakup kecantikan lahir dan batin. Lebih dari sekadar "cantik" dalam bahasa Indonesia.
2. Kasép Tampan/gagah yang mencakup penampilan dan kepribadian. Lebih kaya maknanya dari sekadar "ganteng".
3. Ngeluk Kondisi membungkuk karena kelelahan atau beban yang berat, dengan konotasi kesabaran dalam menanggung beban hidup.
4. Hémeng Perasaan terheran-heran, kagum, sekaligus sedikit bingung melihat sesuatu yang tidak terduga.
5. Pieunteung Cerminan atau pantulan yang bisa dijadikan pelajaran. Biasa digunakan dalam konteks belajar dari pengalaman orang lain.
6. Waas Kerinduan mendalam yang disertai perasaan sedih kepada seseorang atau tempat yang sudah lama tidak dikunjungi.
7. Ngahuleng Terdiam sambil melamun dan merenung, biasanya disertai raut muka yang kosong.
8. Dibaturan Ditemani dengan penuh ketulusan. Bukan sekadar "ditemani", tapi ada unsur kepedulian dan kesetiaan di dalamnya.
9. Kataji Tertarik dan terpesona pada sesuatu atau seseorang hingga sulit melepaskan pandangan atau perhatian.
10. Nyaah Rasa sayang yang sangat mendalam, lebih dari sekadar "sayang". Mengandung unsur perlindungan dan kepedulian yang tulus.
Kosakata-kosakata ini membuktikan bahwa bahasa Sunda bukan hanya alat komunikasi, melainkan cermin dari cara pandang dan perasaan mendalam masyarakat Sunda terhadap kehidupan.
Gunakan Translate Sunda secara gratis — Halus (Lemes), Sedang, dan Kasar (Wantah).
Coba Sekarang →